Selasar berpijak pada hari tuaku
Sesasar pandangku palingkan dari ciptamu
Sirnalah kerut daki melabas denyut nadi
Seusai ku dendang riwayat mudaku pada melodi mudamu
Rumpang terisi sekilas diperjelas oleh lakumu
Rimbun rumput rindang batang jejal pokok batangmu
Kucaci masa itu dengan kedunguanku
Dungu tak merawatmu dungu pula tak menjagamu
Semasa kini aku tak kuasa melempar pandang pada dikau
Susut sudah kalbu menderu bila mengingat rautmu
Kutepis hampir semua pemberian tulusmu
Selintas rindu merimbit jejer pikirku
Ah...sudahlah kusesap lagi kupi tuaku
Kupi manis terasa masam dalam kecapku
Entahlah kutak tau kepuraan apalagi tindakku
Lintas kaki mungil menyapa rungu ku
Senyum tulus tanpa dosa menyayat ronggaku
Ah mengapa kurenggut adicipta dari mereka
Hasil terumbu sudah musnah dari penglihatan dia
Laut biru bermetamorfosis coklat tua
Jengkel penat merasuk raga tuaku
Demi segenggam raup uang kutebus nikmat semesta darinya
Tak sadar linting telah sampai ujungnya
Sendu meraba kaki duduk tuaku
Tangis ratap tak menyuara menyasak hati tuaku
Pijakku urun rembuk ringsak alam rimbamu
Burung nasar tak menampak lalui jalanku
Singa harimau macan mencicit dari hadapku
Ah entahlah apa kubuat hidupku
Ciptanya seakan takut akan hadirku
Seandai sura bagi kematian makhluk tangga hidupku
Rusak susun rantai makan disilang jejalan
Punggak pungguk punggungku menjulang langitmu
Atap kepalaku menantang kehendak semestamu
Rekam pijakku amblas mendekam tanah suburmu
ah sudahlah nawa citaku tak seranum mangga itu
Tak seharum bunga kenanga tuamu
Bah ludahku seburuk limbah industri yg membunuh
Kidung langgamku seirama dengan kematian hambamu
Pahit senyata perjalanan singkatku
Umur matiku menyadar titik pelipis pemikiran tuaku
Kuasaku tak mampu mendebat maha besarmu
Rindu masa mudaku buntu anganku
Ragaku menuntut pengabdianku
Rinduku kusalurkan pada cipta mungilmu
Merawat yg tersisa menyesap seperlunya
Mengolah dengan cita mulia
Kutitip sisa kebejatanku pada semesta pada anak cicitku
Merubah sifat burukku dan menggubah laku kejamku
Ah tak kurasa kupiku telah labas oleh bibir busukku
Selalu rindu ini pada keagunganmu modal kubertemu di peraduanmu
Rindu sempurnamu ikhlas mencintaimu
Sungguh aku merindukanmu,pertiwiku sayang