Minggu, 16 Juni 2019

otakku dangkal





                        



           Dang²kal

Saat bulan mulai mengeram
Kau jatuhkan mentari diperaduan
Teganya engkau paksakan
Dia berdiam dalam kekalutan
Masa yg silam telah terlupakan
Yang akan datang tak engkau perdulikan
Kata pun dapat dengan enggan meninggalkan
Sesaat engkau acuhkan
Sinar mulai terang dan tak kau hiraukan
Terus termenung tak perhatikan problema kehidupan
Roda berpusing kepala terantuk antuk
Secangkir kupi kau paksakan lagi
Selinting manja kau hidupkan lagi
Melupakan kecamuk dalam diri
Tuhan kau asingkan dan tak perdulikan
Yang kau minta hanya kesenangan
Bagaimana pula engkau hantam ketidaktahuan
Sedang yg kau punya hanya rasa enggan
Sedang membudaya tak pernah kau lakukan
Membaca memperhatikan mendengarkan pun kau nihilkan
Melayangkan pandang tak mengenakkan pada yg beda sudut pandang
Memaksakan kawan diskusi sepasang dg yg kita haturkan
Mempertontonkan kedangkalan pikiran dalam kenyataan
Sungguh naif memang kita sebagai hamba-Nya
Yg telah silam hanya dapat kita kenang
Sembari gali buat pertimbangan untuk masa yang akan datang


 Pituruh,16/6/19'

Tidak ada komentar:

Posting Komentar